Skip ke Konten

Navigating Talent and Governance: Human Capital Strategy 

in the Vortex of Global and Public Disruption







Spesifikasi Buku


Jumlah Halaman

:

144

Bahan Isi

:

HVS

Warna

:

Tidak Berwarna



Sinopsis


Buku ini menyajikan eksplorasi mendalam mengenai transformasi manajemen sumber daya manusia (HRM), tata kelola organisasi, dan dinamika kepemimpinan di tengah pusaran disrupsi global serta tuntutan sektor publik modern. Melalui pendekatan multidimensi, kumpulan naskah ini menegaskan bahwa keberhasilan organisasi di masa depan tidak hanya bergantung pada angka efisiensi teknis, tetapi pada kemampuan pemimpin untuk menyelaraskan kepentingan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dan menjaga martabat manusia di tengah arus digitalisasi.


Di sektor korporasi global, buku ini membedah arsitektur budaya dan sistem kompensasi radikal, seperti pada kasus Netflix yang membuang struktur tradisional demi mengejar talent density dan transparansi pasar. Pembaca diajak memahami bagaimana Microsoft berhasil melakukan reboot budaya melalui growth mindset, sementara kegagalan di Sears menjadi peringatan akan bahaya persaingan internal yang merusak kolaborasi. Analisis strategis mengenai Keanekaragaman dan Inklusi (D&I) di perbankan Inggris melengkapi perspektif ini dengan menekankan bahwa inklusi sejati harus melampaui sekadar retorika dan target angka menuju penciptaan rasa memiliki (belonging) yang autentik.


Transformasi sektor publik, khususnya di Indonesia, menjadi pilar utama pembahasan lainnya. Buku ini mengupas peran strategis beasiswa LPDP sebagai instrumen pembangunan kapasitas negara, yang dievaluasi melalui model inovatif Return on Scholarship Investment (ROSI) untuk menangkap dampak transformasional di luar nilai moneter. Selain itu, dibahas pula pentingnya kepemimpinan dalam tata kelola fiskal daerah untuk memenuhi belanja wajib, serta urgensi modernisasi asesmen kompetensi teknis di Kementerian Keuangan yang harus beradaptasi dengan skala masif melalui otomatisasi dan sistem digital.


Sebagai penutup, naskah ini memberikan refleksi kritis terhadap tantangan masa depan, seperti etika dalam People Analytics agar tidak mereduksi manusia menjadi sekadar titik